Sejarah

Sejarah

GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah) Betlehem lahir dari sebuah kebaktian rumah tangga yang dibuka oleh GSJA Jl. Semboja No. 50, Bogor pada akhir bulan Mei tahun 1954 bertempat di Jl. Lawang Seketeng No. 67, Bogor di rumah keluarga Bapak Liaw Tjeng Hong (alm). Kemudian kebaktian rumah tangga ini dijadikan sebagai Pos (gereja cabang) di bawah pimpinan Gembala Sidang, Alm. Pdt. Lim Tjoan Tjay.

Pada tanggal 14 Mei 1964 gereja ini diresmikan menjadi gereja yang berdiri sendiri berdasarkan Keputusan Majelis Daerah (sekarang Badan Pengurus Daerah) Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia dan ditetapkan juga Gembala Sidang pertama yaitu Pdt. Lie Giok Keh/C.Z. Elia (alm).  Sejak saat itu, hari peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga ditetapkan sebagai hari jadi GSJA Betlehem.

Sejalan dengan perkembangan dan pertambahan jemaat, maka dibutuhkan tempat ibadah yang lebih luas dan permanen.  Sebagai jawaban doa jemaat, maka pada bulan November 1966, Tuhan menganugerahkan tempat ibadah yang baru di Jl. Suryakencana no. 97 (sekarang 93) yang pada saat itu merupakan bangunan sekolah umum. Di sinilah gereja mulai dikenal dengan nama GSJA Suryakencana. Seiring dengan berjalannya waktu, GSJA Suryakencana yang pada waktu itu masih digembalakan oleh Pdt. Timotius Sugiantono terus mengalami pertumbuhan.  Pada masa kepemimpinan Pdt. T. Sugiantono-lah pertama kalinya gereja ini disebut GSJA Betlehem yang berarti Rumah Roti.

Pada Pemilihan Gembala Sidang di tahun 2006, terpilihlah Pdt. Arif Multi Ardania, M.Div. menjadi Gembala Sidang periode 2006-2010 dan periode 2010-2015. Penggembalaan Pdt. Arif Multi Ardania, M.Div.  masih berlanjut di periode berjalan saat ini yaitu periode tahun 2015-2020.



`

©2018 Gsja Betlehem - Privacy Policy